Langit itu luas tak terbatas, hingga mampu menampung apa saja yang datang padanya. Seorang pemimpin hendaknya mempunyai keluasan batin dan kemampuan mengendalikan diri yang kuat, hingga dengan sabar mampu menampung pendapat rakyatnya yang bermacam-macam.
Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah , padahal kamu mengetahui. (Q.S. Al-Baqarah:22)
Langit Menjadi atap dunia bagi kehidupan yang ada di bawahnya. Biru merupakan warna kesukaannya hingga hampir setiap hari pun ia mengenakan jubah biru ini. Langit selalu ditemani sang awan. Konon awan bertugas sebagai pengawas langit dan pemberi pada hukuman pada langit.
Suatu ketika langit memandang ke daerah yang begitu banyak ditumbuhi pepohonan, sayur mayur, buah-buahan, dan air yang begitu jernih. Langit pun meminta kepada matahari agar terus memberikan kehangatan yang cukup pada daerah ini.Hari demi hari dilalui langit dengan senyum di wajahnya. Akan tetapi suatu hari awan datang dengan jubah gelapnya.Jubah hitamnya berubah menjadi butiran-butiran bening yang berjatuhan dan membasahi bumi. Butiran-butiran ini membersihkan semua kotoran yang ada di udara, menyuburkan sang tanah, dan memberi minum bagi mahluk hidup.
Senin, 19 Oktober 2009
4. Angkasa yaitu langit
Diposting oleh
Agung Budi Santoso
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar