Keyakinan adalah suatu keadaan pikiran, yang bisa diperoleh dengan cara men”sugesti diri”. Keyakinan akan memberikan KEHIDUPAN, KEKUATAN dan TINDAKAN kepada pemikiran kita. Keyakinan adalah sebuah unsur yang bisa mengubah getaran pemikiran biasa dari pikiran manusia yang terbatas, menjadi suatu bentuk padanan spiritual; dan merupakan dasar semua “mukjizat” serta misteri yang sulit atau bahkan tidak bisa dianalisis dengan cara-cara ilmu pengetahuan.
Keyakinan” itu merupakan sebuah media tunggal dan satu-satunya, yang memungkinkan untuk membangkitkan suatu kekuatan dari sumber energi tanpa batas. Itulah, yang sering kita sebut sebagai “munculnya sebuah mukjizat”. Inilah sebenarnya prinsip sugesti diri, bahwa semua impuls pemikiran punya kecenderungan, yang pasti terkandung di dalamnya… padanannya secara fisik realitas. Prinsip ini selalu berhasil untuk kejayaan dan kesuksesan kita, jika digunakan secara konstruktif; dan sebaliknya, kalau dipakai secara destruktif akan sangat bersifat menghancurkan hidup kita.
Kekuatan pikiran kita yang akan mendorong alam semesta untuk mewujudkan keinginan kita dan mengarahkan kita dalam mencapai tujuan tersebut. Mungkin saja saat kita memiliki keinginan tetapi kita tidak tahu bagaimana cara untuk mencapai jalan tersebut namun kita yakin kita akan mendapatkan hal tersebut maka alam semesta akan bergerak dan mengarahkan kita.
Hal-hal yang harus kita lakukan adalah bahwa kita harus tahu apa yang kita minta. Kita harus memiliki permintaan. Walaupun kita tidak tahu bagaimana atau kapan akan tercapai namun kita yakin impian kita akan tercapai maka masalah adalah beres. Artinya kita tidak perlu resah dengan segala hal-hal buruk atau pikiran negatif yang akan menghalangi alam bekerja untuk kita.
Selain kita tahu apa yang kita minta dan yakin terhadap permintaan kita bahwa permintan tersebut akan tercapai maka hal lainny adalah bersyukur. Bersyukur bahwa kita memiliki apa yang sudah ada ditangan kita hingga hal tersebut membuat kita bisa dengan tenang memikirkan hal-hal yang ingin kita dapatkan selanjutnya. Selain itu bersyukur dengan penundaan yang ada. Artinya kita bersyukur bahwa keinginan kita tidak langsung terjadi karena mungkin saja hal itu memberi kesempatan kita untuk berpikir ulang terhadap permintaan kita hingga kita bisa jauh lebih mensyukuri dan memaknai keinginan kita yang telah kita dapat nanti dengan lebih indah.Jika kita melihat ilmu yang ditawarkan oleh alam semesta diatas maka jika kita renungkan baik-baik maka hal-hal tersebut sejalan dengan hal-hal yang ada dalam islam; tentu saja konteks alam semesta kita gantikan dengan konsep ketuhanan yaitu Allah SWT. Tentang bagaimana jika kita punya permasalahan kita harus yakin bahwa Allah pasti akan membantu kita menyelesaikannya asalkan kita punya kata saktinya, “Keyakinan”. Tentang bagaimana jika kita menginginkan sesuatu kita pasti akan dapatkan asalkan kita YAKIN bahwa keinginan kita pasti terwujud. Maka tidak salah jika sebuah hadist Rasulullah mengatakan bahwa
“Allah selalu bergerak sesuai dengan prasangka hamba-Nya.”
Hal ini mengatakan bahwa jika kita benar-benar yakin maka Allah sendirilah yang akan menggerakkan alam semesta untuk mewujudkan keinginan dan prasangka kita. Karena itu, selalu berprasangka positiflah terhadap Allah.
Namun bagaimana jika kita sudah yakin namun keinginan kita tidak terwujud. Pertama, mungkin saja itu adalah cobaan, Allah ingin melihat sejauh apa keyakinan kita terhadap-Nya. Kedua, itu adalah tawakal kita terhadap-Nya dan selanjutnya mungkin itu hanyalah sebuah penundaan untuk membuat kita jauh lebih berpikir lagi terhadap keinginan kita atau sesuatu yang akan membuat kita lebih bersyukur dengan yang akan kita dapatkan nanti.
Pengalaman saya:
Dulu orang-orang disekitar saya memberikan penilaian negatif terhadap cita-cita saya karena tidak sejalan dengan kenyataan pada saat itu. Sejak kecil saya bercita-cita menjadi orang yang berkualitas namun pada kenyataannya kondisi ekonomi orang tua saya kurang mendukung untuk terciptanya cita-cita saya.tapi saya yakin suatu saat saya bisa menjadi orang yang berguna hingga akhirnya saya memutuskan untuk bekerja dan saat ini saya dapat menikmati serta mensyukuri anugrah Yang Esa dengan bekal Do'a dan Restu Orang Tua.....
Memang sesuatu kadang butuh waktu dan proses untuk bisa disadari. Termasuk sebuah kata sakti bernama Keyakinan. Namun saat kita menyadarinya maka peliharalah agar dapat terus sadar, percaya, dan yakin.Buatlah selalu kehidupan Anda penuh dengan “mukjizat-mukjizat” dari hasil pemikiran positif Anda. Ingatlah bahwa impuls-impuls pemikiran Anda yang positif dipadukan dengan emosi jiwa Anda, kemudian dengan perencanaan tersusun dan teratur; yang dilanjutkan dengan suatu tindakan dengan ketekunan dan semangat membara…maka itu akan memberikan sebuah “mukjizat” luar biasa dalam hidup Anda.
Selasa, 20 Oktober 2009
Keyakinan Jiwaku
Diposting oleh
Agung Budi Santoso
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar